AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga, Kemenkes Siapkan Suplai Oksigen dan SDM

ECONOMICS
Binti Mufarida
Kamis, 18 November 2021 08:39 WIB
Kementerian Kesehatan memiliki sejumlah strategi yang terus dilakukan untuk mempertahankan kondisi Covid-19.
Kementerian Kesehatan memiliki sejumlah strategi yang terus dilakukan untuk mempertahankan kondisi Covid-19 . (foto: MNc Media)
Kementerian Kesehatan memiliki sejumlah strategi yang terus dilakukan untuk mempertahankan kondisi Covid-19 . (foto: MNc Media)

IDXChannel - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mengkategorikan Indonesia pada level 1 risiko penularan Covid-19 oleh pada akhir Oktober lalu. Namun begitu, kewaspadaan adalah tetap yang utama. Apalagi saat ini sejumlah negara tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tidak terlena dengan status tersebut karena ancaman gelombang ketiga yang diprediksi terjadi pada akhir tahun masih mungkin terjadi.

Oleh sebab itu, Nadia mengatakan untuk masyarakat, baik yang berada di Indonesia maupun yang hendak masuk ke Indonesia, harus tetap disiplin menjalani protokol kesehatan dan mematuhi setiap kebijakan yang dibuat pemerintah. “Tidak ada toleransi bagi pihak yang melanggar ketentuan,” tegas Nadia dikutip dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

Untuk menyikapi ancaman gelombang ketiga, Kementerian Kesehatan memiliki sejumlah strategi yang terus dilakukan untuk mempertahankan kondisi Covid-19 seperti saat ini bahkan terus berupaya menurunkan kasusnya lagi.

Berikut upaya-upaya yang dilakukan:

1. Penanganan Covid-19 melalui deteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi

2. Meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak

3. Upaya pelacakan dan pemantauan genom virus SARS-CoV-2 atau yang disebut surveilans genomic

4. Mengonversi tempat tidur di rumah sakit sebanyak 30-40 persen dari total kapasitas RS

5. Pemenuhan suplai oksigen, alat kesehatan dan Sumber Daya Manusia (SDM)

6. Mengerahkan tenaga kesehatan cadangan

7. Pengetatan syarat masuk rumah sakit

8. Pemanfaatan isolasi terpusat.

Selain delapan upaya di atas, hal penting yang dilakukan adalah vaksinasi Covid-19. Terkait hal ini, pemerintah mengalokasikan vaksin sebanyak 50% di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi.

Pemerintah juga terus memperbanyak sentra vaksinasi, memberlakukan syarat kartu vaksin, dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Sementara itu, strategi utama yang dilakukan seperti kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bertingkat masih terus dievaluasi secara berkala sesuai dengan keadaan masing-masing wilayah atau kota.

Pemerintah telah berupaya membuat kebijakan dan strategi khusus selama pandemi Covid-19. Masyarakat sebagai peranan penting dalam hal ini diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dengan cara tetap patuhi protokol kesehatan dan mentaati aturan yang dibuat demi kebaikan bersama agar pandemi virus Corona segera berakhir. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD