Sementara itu, produksi dari lahan pertanian yang saat ini memasuki masa panen diperkirakan menyumbang sekitar 11 juta ton.
Menurutnya, total ketersediaan tersebut membuat kebutuhan pangan nasional dipastikan aman hingga 11 bulan ke depan, lebih panjang dari prediksi periode kekeringan akibat El Nino yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan.
“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.
Amran mengakui cuaca panas ekstrem mulai berdampak pada sektor pertanian, namun pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi berdasarkan pengalaman menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga menekankan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk memperkuat sistem produksi, mulai dari peningkatan pompanisasi hingga optimalisasi lahan rawa.