Kenaikan harga terbaru ini terjadi ketika maskapai penerbangan juga menghadapi gangguan yang lebih luas terkait dengan konflik Timur Tengah, termasuk pengalihan rute penerbangan, penangguhan layanan, dan biaya operasional yang lebih tinggi.
Serangan AS dan Israel sejauh ini telah menewaskan sekitar 1.300 orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (Wahyu Dwi Anggoro)