AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4300
ACES
620
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
166
ADRO
4120
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
106
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
320
ALDO
680
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
168
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.47
0.17%
+0.93
IHSG
7086.18
0.15%
+10.79
LQ45
1012.88
0.12%
+1.25
HSI
18031.15
-0.31%
-56.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Harga Daging Ayam Turun, Begini Respon Mendag

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 18 Agustus 2022 12:55 WIB
Harga daging ayam mengalami penurunan. Sebelumnya dibanderol Rp32.000/kg, kini Rp26.000/kg.
Harga daging ayam mengalami penurunan. Sebelumnya dibanderol Rp32.000/kg, kini Rp26.000/kg.
Harga daging ayam mengalami penurunan. Sebelumnya dibanderol Rp32.000/kg, kini Rp26.000/kg.

IDXChannel - Harga daging ayam mengalami penurunan. Sebelumnya dibanderol Rp32.000/kg, kini Rp26.000/kg. Namun nyatanya, kondisi ini tak disenangi oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas). 

"Kalau ayam turun saya enggak senang kasian peternak ayam. Kalau ayam Rp26.000 di pasar berarti grosir beli Rp20.000 ke peternak ayam Rp16.000 rugi. Karena pedagang ayam itu paling murah beli Rp19.000," ujar Mendag saat meninjau barang pokok di Pasar Tomang Barat, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Karena murahnya harga ayam tersebut, jelasnya, saat ini telur ayam yang akan menetas banyak yang dimatikan atau musnahkan. Hal itu dilakukan guna mengurangi over supply pada ayam. 

"Karena over supply, ayam jadi murah, kita juga enggak suka. Sama kaya sayuran. Misalnya bawang, bawang itu kan di Jawa tengah Rp 40.000, di Padang Rp 30.000, di sini bawang kelas satu masih Rp 40.000, yang kelas dua Rp 35.000. Kalau terlalu murah kita juga nggak bisa. Kita harus naikan lagi karena kalau bawang sampai Rp 20.000, di petaninya Rp 10.000 dong, rugi dia tidak bisa menanam bawang lagi," terang Mendag. 

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa harga barang pokok lainnya terpantau stabil meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Seperti telur ayam dan gandum. 

"Memang telur ada naik sedikit, kemarin Rp32.000, minggu lalu Rp27.000 sekarang naik lagi ke Rp29.000-Rp30.000," jelasnya. 

Sedangkan untuk gandum saat ini memang masih mengalami kenaikan harga. Namun ia meyakini harga gandum akan turun pada September 2022 mendatang.

"Jadi kalau yang dibilang naik tiga kali lipat itu, menteri pertanian memberi semangat agar jangan makan gandum terus. Ada kitela, singkong, ada sagu kita punya banyak," ucap Zulhas.

Perihal minyak goreng, tambahnya, saat ini harga di seluruh Indonesia sudah Rp14.000. Bahkan di pulau Jawa sudah harganya kurang dari Rp14.000. 

"Kalau curah sudah Rp12.500 rata-rata," pungkasnya. 

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD