Harga logam mulia diperkirakan meningkat 42 persen karena ketidakpastian geopolitik memicu permintaan aset safe-haven.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa harga komoditas bisa naik lebih tinggi lagi jika permusuhan meningkat atau gangguan pasokan akibat perang berlangsung lebih lama dari yang diproyeksikan. (Wahyu Dwi Anggoro)