AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Harga Komoditas Dunia Merangkak Naik, BI Waspadai Inflasi pada 2022

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 25 Agustus 2021 11:30 WIB
Perry memperkirakan laju inflasi pada 2021-2022 berada di level 1 - 3% dan ada risiko kenaikan mengingat kenaikan harga komoditas dunia.
Harga Komoditas Dunia Merangkak Naik, BI Waspadai Inflasi pada 2022 (FOTO:MNC Media)
Harga Komoditas Dunia Merangkak Naik, BI Waspadai Inflasi pada 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menyatakan laju inflasi tetap terjaga rendah secara nasional hingga Juli 2021 mencapai 1,52% year on year. 

Ketahanan ini didorong oleh terjaganya ekspektasi inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah, meskipun permintaan dan ketersediaan pasokan masih belum kuat. 

"Sampai Juli 2021, inflasi terjaga rendah hampir di seluruh daerah dan secara nasional tercatat 1,52% year on year, sejalan dengan terjaganya ekspektasi inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah, belum kuatnya permintaan dan ketersediaan pasokan," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/8/2021). 

Perry memperkirakan laju inflasi pada 2021-2022 berada di level 1 - 3% dan ada risiko kenaikan mengingat kenaikan harga komoditas dunia. 

"Kami perkirakan inflasi pada 2021 dan 2022 akan terjaga dalam kisaran yaitu 3% plus minus 1%. Meskipun risiko kenaikan inflasi pada 2022 perlu kita antisipasi sejalan dengan permintaan domestik dan kenaikan harga komoditas dunia," tuturnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD