sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak di Timteng Tembus USD150 per Barel Imbas Perang Berkepanjangan

Economics editor Rahmat Fiansyah
19/03/2026 13:43 WIB
Perang antara Iran dan Israel yang dibekingi Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan tanda-tanda selesai.
Perang antara Iran dan Israel yang dibekingi Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan tanda-tanda selesai. (Foto: Ist)
Perang antara Iran dan Israel yang dibekingi Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan tanda-tanda selesai. (Foto: Ist)

Minyak-minyak yang memiliki spesifikasi serupa dengan Oman juga naik karena kilang-kilang mulai mencari produk substitusi. Beberapa di antaranya minyak yang diproduksi Norwegia, Aljazair, Libya, dan Kazakhstan mencetak rekor tertinggi.

Selain kelangkaan stok, pembeli juga harus membayar lebih tinggi karena meningkatnya permintaan kargo, rute yang lebih panjang, dan biaya bahan bakar angkutan yang lebih mahal.

Founder Vanda Insights, Vandana Hari mengatakan, harga minyak berpotensi meningkat lebih tinggi jika kapal tanker minyak tidak bisa melewati Selat Hormuz hingga beberapa pekan ke depan.

"Minyak acuan Timur Tengah seperti Oman dan Dubai sudah melampaui ambang batas USD150, sehingga harga USD200 kini sudah dalam jangkauan, meskipun ini belum tentu berlaku untuk Brent dan WTI," kata Vandana kepada Al Jazeera.

Menurutnya, pergerakan harga minyak akan sangat bergantung pada Selat Hormuz. Iran hingga saat ini masih menyerang kapal-kapal yang berani melewatinya. Namun, sejumlah kapal berbendara India, Pakistan, Turki, dan China masih diizinkan lalu lalang.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement