Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump gagal meraih dukungan internasional untuk melindungi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Bahkan, ancamannya untuk menarik AS dari Selat Hormuz belum digubris negara-negara lain, termasuk NATO.
Adapun rencana International Energy Agency (IEA) melepas cadangan minyak 400 juta barel dinilai tidak cukup untuk menutup berkurangnya stok yang hilang akibat perang. OCBC Group Research memperkirakan, pasar global akan kekurangan 10 juta barel setiap harinya, bahkan jika cadangan dikeluarkan.
(Rahmat Fiansyah)