AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Harga Minyak Merosot Pasca OPEC Peringatkan Kelebihan Pasokan

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Kamis, 18 November 2021 09:57 WIB
Harga minyak merosot pada akhir perdagangan Rabu (18/11/2021).
Harga minyak merosot pada akhir perdagangan Rabu  (18/11/2021). (Foto: MNC Media)
Harga minyak merosot pada akhir perdagangan Rabu (18/11/2021). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), ke level penutupan terendah sejak awal Oktober. Hal itu terjadi setelah OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan kelebihan pasokan yang akan datang dan meningkatnya kasus Covid-19 di Eropa meningkatkan risiko penurunan pemulihan permintaan. 

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari anjlok 2,15 dolar AS atau 2,6%, menjadi ditutup pada 80,28 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember jatuh 2,4 dolar AS atau 3%, menjadi menetap di 78,36 dolar AS per barel. 

Penurunan membawa Brent ke penutupan terendah sejak 1 Oktober dan minyak mentah AS ke penyelesaian terendah sejak 7 Oktober. 

Para pedagang mengatakan tindakan pasar baru-baru ini menunjukkan bahwa pasokan akan mulai melebihi permintaan dalam beberapa bulan mendatang, dengan penurunan tajam dalam kontrak berjangka jangka pendek yang menunjukkan dana-dana menutup posisi beli. 

"Ini menandakan pergerakan menuju keseimbangan yang belum pernah kita lihat selama berbulan-bulan," kata Tony Headrick, analis energi di CHS Hedging. 

Pasar minyak global telah difokuskan pada peningkatan permintaan yang cepat terhadap peningkatan pasokan yang lambat dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, bersama dengan keengganan dari pemain serpih besar AS untuk membelanjakan lebih banyak pada pengeboran. 

Namun, baik IEA maupun OPEC dalam pekan terakhir mengatakan lebih banyak pasokan bisa datang dalam beberapa bulan ke depan. OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah mempertahankan kesepakatan untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari setiap bulan agar tidak membanjiri pasar dengan pasokan. 

Pada Selasa (16/11/2021), Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan kelompok itu melihat tanda-tanda peningkatan pasokan minyak mulai bulan depan, menambahkan anggota dan sekutunya harus "sangat, sangat berhati-hati." 

Negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, telah meminta OPEC+ untuk meningkatkan produksi lebih cepat. Amerika Serikat telah mempertimbangkan untuk mengumumkan pelepasan darurat minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR)-nya, yang mengandung lebih dari 600 juta barel minyak. 

Dalam apa yang mungkin merupakan sinyal kemungkinan itu, dalam dua minggu terakhir Departemen Energi AS telah menjual lebih dari 6 juta barel minyak - bagian dari penjualan yang disetujui sebelumnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD