"Termasuk harga minyak dunia yang turun berapa sekarang? Oh mendekati USD70 dolar, USD73. Saya pikir akan turun terus. Jadi aman, kita ada selamat," ujar Purbaya
Di sisi lain, publik tengah menyoroti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing yang posisinya kian mepet mendekati level Rp18.000 per dolar AS.
Menanggapi fenomena pelemahan kurs tersebut, Purbaya memilih menahan diri untuk tidak berkomentar lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya kebijakan stabilisasi moneter kepada otoritas Bank Indonesia (BI).
Meski demikian, Purbaya meluruskan kekhawatiran pasar mengenai potensi jebolnya anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia memastikan kas subsidi energi tidak akan membengkak lantaran tim Kemenkeu sejak awal telah menyusun kalkulasi APBN menggunakan skema asumsi makro kurs dolar AS yang jauh di atas angka Rp16.500.
"Kan waktu itu udah kita hitung dengan dolar yang bukan Rp16.500. Jadi enggak (membengkak), masih aman. Nanti kalau saya sebutin angkanya, Anda akan bilang, 'Oh pemerintah menentukan rupiah sekian,' tapi enggak, kita udah hitung dengan hati-hati," kata Purbaya.
(Febrina Ratna Iskana)