AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Hari Ini Mogok, Driver Ojol: Merger GoTO Tidak Ada Faedah Apa-apa

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 08 Juni 2021 06:15 WIB
Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Taha Syafaril A, mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kolaborasi GoTo.
Hari Ini Mogok, Driver Ojol: Merger GoTO Tidak Ada Faedah Apa-apa. (Foto: MNC Media)
Hari Ini Mogok, Driver Ojol: Merger GoTO Tidak Ada Faedah Apa-apa. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Taha Syafaril A, mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kolaborasi GoTo. Dikabarkan besok (8/6) para driver Gojek akan melakukan mogok beroperasi.

Ariel menjelaskan, aksi kolaborasi dua usaha tersebut tidak memberi keuntungan bagi para driver Gojek. Hal itu disebabkan karena tidak ada variabel yang berubah di dalam manajemen Gojek.

“Menurut kami, merger ini tidak ada faedah apa-apa buat kita sebagai driver online, atau mitra karena tidak ada variabel yang berubah di dalamnya,”ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (7/6/2021).
 
ADO pun menilai merger GoTo adalah hal yang biasa saja. Hal tersebut disebabkan tidak adanya perubahan dalam pengiriman barang dari customer Tokopedia. Sebelumnya para driver harus mengirimkan barang pesanan ke sejumlah titik dengan bermacam barang dalam waktu yang berbeda dengan tarif yang kurang sesuai. ADO menegaskan bahwa hal tersebut memakan waktu.

“Bagi ADO merger ini hal biasa saja, tidak ada variabel dalam transaksi transportasi online yang di rubah jadi efeknya bagi driver online tidak akan ada bedanya, tetap akan memakan waktu juga kan kalo terima order pengiriman barang,” tegasnya.

Ariel menambahkan bahwa terdapat 3 hal pokok yang menjadi fokus pikiran dan kritikan bagi para driver Gojek. Diantaranya evaluasi tarif dan quota, evaluasi kerjasama kemitraan, dan dibuatnya badan pengawas independen transportasi daring di Indonesia. Bagi ADO, jika 3 hal tersebut tidak dilakukan maka tidak akan memberikan perubahan yang signifikan.

“Kalo tidak dilakukan tidak akan ada perubahan signifikan, walaupun Gojek merger sama Amazon atau Alibaba sekalipun,” tuturnya.

Pihak aplikator selama ini dinilai hanya 'mengelabui' biaya jasa transportasi, dalam hal ini mengartikan aplikasi tersebut adalah sebuah upaya melemahkan fungsi pelaku usaha transportasi daring sekaligus juga melakukan eksploitasi dan perbudakan dengan menggunakan sistem teknologi untuk kepentingan aplikasi.

Ariel melihat hal tersebut sudah sangat jelas, telah terjadi 'ketidakadilan sistem' yang dilakukan aplikasi yang menggunakan jasa transportasi. Namun sangat disayangkan apabila pemerintah sebagai regulator tidak bisa atau tidak mau mengatur sistem yang dianggap sudah kejam.

“Beberapa pendapat kami, yang sebenarnya terkait juga dengan kemauan Pemerintah sebagai Regulator ikut andil mengatur kondisi di lapangan saat ini, terutama Kemenkominfo yang selama ini hanya diam saja,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD