AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Heboh Wacana PPKM Darurat, Komisi IX DPR: Coba Lockdown!

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Selasa, 29 Juni 2021 15:27 WIB
Naiknya angka kasus penularan Covid-19 membuat banyak pihak mendorong agar pemerintah segera memberlakukan PPKM Darurat.
Heboh Wacana PPKM Darurat, Komisi IX DPR: Coba Lockdown! (Foto: MNC Media)
Heboh Wacana PPKM Darurat, Komisi IX DPR: Coba Lockdown! (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Naiknya angka kasus penularan Covid-19 membuat banyak pihak mendorong agar pemerintah segera memberlakukan PPKM Darurat. Bahkan, anggota Komisi IX DPR justru menyarankan agar bisa diberlakukan lockdown karena dinilai efektif mencegah penyebaran virus.

Meski belum ada keterangan resmi dari Presiden Joko Widodo, namun kabar tersebut sudah beredar luas di berbagai media. Benar atau tidak wacana PPKM Darurat, namun upaya ini diambil untuk mengatasi ledakan kasus Covid-19 yang saat ini menjadi sangat tidak terkendali. 

Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi kritis. Berdasarkan data yang diperoleh pada 24 Juni 2021, peningkatan Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan hingga lebih dari 20 ribu kasus dalam satu hari. Kondisi inilah yang berpengaruh pada jumlah ruang perawatan yang semakin menipis akibat tidak bisa menampung jumlah pasien yang masuk. 

Anggota Komisi IX DPR yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Saleh Daulay, mengatakan pemerintah harus menerapkan kebijakan yang lebih rasional dalam penanggulangan Covid-19. Sebab Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM Mikro) yang sudah diterapkan berjilid-jilid sudah tidak efektif, karena naiknya jumlah orang yang terpapar Covid-19. 

“Tentu harus ada kebijakan yang berani, tegas, dan lebih terukur serta terarah. Mungkin salah satu opsi yang bisa diterapkan adalah lockdown. Lockdown ini kan artinya orang tetap diminta untuk tinggal di rumah dan tidak keluar rumah kecuali jika urusan darurat saja. Tapi di luar itu masyarakat harus tetap dirumah,” kata Saleh, saat dihubungi MNC Portal, Selasa (29/6/2021). 

Terkait dengan pendapatnya tersebut, Saleh menyebut bahwa lockdown ini bisa diterapkan dalam jangka waktu tertentu. Durasinya bisa seminggu, dua minggu, sebulan atau bahkan seterusnya. Ia bahkan menilai ide melakukan lockdown di Indonesia bisa menjadi salah satu opsi yang patut dicoba dalam mengatasi peningkatan kasus Covid-19. 

“Sebab selama ini kan belum pernah kita coba (lockdown) sejak Covid-19 beredar pada 2020 sampai hari. Opsi lockdown belum pernah diterapkan. Sementara di negara-negara lain sudah banyak diterapkan seperti di Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan negara-negara lain juga cukup berhasil mengurangi dari peningkatan kasus Covid-19,” tuntasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD