AALI
9375
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2490
ACES
715
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
174
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
117
AHAP
84
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1565
AKRA
1190
AKSI
268
ALDO
770
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.36
-0.88%
-4.74
IHSG
7051.52
-0.72%
-51.36
LQ45
1000.50
-0.81%
-8.20
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 1,894
USD/IDR 14,872
Emas
855,441 / gram

Herd Immunity Butuh Berapa Kali Vaksin Booster? Ini Kata Menkes  

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Kamis, 24 Februari 2022 21:20 WIB
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin beri tanggapan soal berapa kali vaksin yang dibutuhkan untuk capai herd immunity.
Herd Immunity Butuh Berapa Kali Vaksin Booster? Ini Kata Menkes   (Dok.MNC)
Herd Immunity Butuh Berapa Kali Vaksin Booster? Ini Kata Menkes   (Dok.MNC)

IDXChannel - Sejak akhir Januari 2022, program vaksinasi dosis lanjutan atau vaksinasi booster untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas sudah dijalankan. Bahkan ramai tersiar kabar sudah ada wacana untuk program vaksinasi booster dosis keempat.

Beredarnya kabar ini, tentu menimbulkan pertanyaan di benak masyarakat. Sebetulnya, butuh berapa kali vaksin booster kah agar bisa terbentuk suatu herd immunity atau kekebalan kelompok, agar bisa berangsur-angsur berkehidupan normal kembali?

Menjawab pertanyaan tersebut, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat bahwa di luar aspek sains seperti vaksin Covid-19, ada satu faktor penting untuk bisa keluar dari pandemi dan menuju endemi.

“Untuk menjadi endemi, ada satu kriteria penting yang non science ini sangat sosial. Rakyat mesti bisa mengatur perilakunya dia sendiri, karena enggak mungkin bisa pemerintah maksa terus,” ucap Menkes Budi, dalam gelaran MNC Forum LXIII (63rd) “Strategi dan Kebijakan Kemenkes dalam Mengatasai Gelombang Omicron”, Kamis (24/2/2022).

Ia menegaskan, poin pentingnya bukanlah dosis vaksin Covid-10 yang diberikan terus-terusan oleh pemerintah. Tetapi gerakan masyarakat yang harus mau beradaptasi dan mengubah perilaku hidup jadi hidup sehat.

“Menjadi endemi, perlu perilaku masyarakat bisa beradaptasi secara mandiri. Kemudian protokol kesehatan yang diperlukan untuk menghindari penyakit tersebut. Contoh, lagi musim ujan lagi musim flu, apa kita keluar jalan hujan-hujanan? Enggak dong, ya kita pake payung atau jaket,” tegasnya.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD