AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Holding Baterai RI Mau Akuisisi Perusahaan Jerman, Ini Kata Bahlil Lahadalia

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Kamis, 02 Desember 2021 08:24 WIB
Bahli mengatakan rencana akuisisi yang akan dilakukan holding baterai nasional terhadap sebuah perusahaan otomotif asal Jerman merupakan langkah yang nyata.
Holding Baterai RI Mau Akuisisi Perusahaan Jerman, Ini Kata Bahlil Lahadalia. (Foto: MNC Media)
Holding Baterai RI Mau Akuisisi Perusahaan Jerman, Ini Kata Bahlil Lahadalia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyatakan, rencana akuisisi yang akan dilakukan oleh holding baterai nasional terhadap sebuah perusahaan otomotif asal Jerman merupakan langkah yang nyata.

Saat ini, rencana tersebut dalam proses kajian mendalam oleh pemerintah, agar tidak memberikan kerugian terhadap negara. Perusahaan yang akan diakuisisi tersebut adalah Street Scooter, milik perusahaan mobil Deutsche Post DHL Group, Jerman.

“Kita melakukannya lewat kajian, lewat rapat, bukan omongan-omongan di pinggir jalan. Kalau yang tidak mau (oknum) bergeser saja, kami mau maju terus untuk kebaikan bangsa dan negara,” kata Bahlil di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Dia menjelaskan langkah akuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman sudah lebih baik daripada membuat pabrik asli dalam negeri.

“Bangun sendiri atau akuisisi yang sudah punya. Kalau bangun sendiri saya melihatnya itu masih butuh waktu. Maka opsinya adalah akuisisi. Akuisisi sesuatu yang tidak diharamkan selama business to business-nya masuk dan transparan,” katanya.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat beberapa investor telah menanamkan investasi di Indonesia.

Rinciannya, investor industri baterai mobil listrik dari perusahaan LG asal Korea Selatan telah menginvestasikan USD9,8 miliar atau Rp142 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per USD). Kemudian juga ada CATL asal China sebesar USD5,2 miliar atau Rp 75,4 triliun dengan asumsi yang sama.

Investasi LG dan CATL tersebut nantinya akan masuk pada rantai pasok mulai dari hulu ke hilir industri baterai mobil listrik di Indonesia. Masuknya beberapa investasi besar tersebut merupakan bukti nyata bahwa Indonesia mampu mewujudkan target sebagai salah satu pemain industri mobil listrik di dunia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD