AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Holding Ultra Mikro Dinilai Efektif bagi Pendanaan UMKM

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 26 April 2021 18:11 WIB
Pembentukan holding BUMN untuk ultra mikro dinilai menjadi langkah efektif untuk menjawab kebutuhan pendanaan pelaku usaha yang beragam.
Holding Ultra Mikro Dinilai Efektif bagi Pendanaan UMKM (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Pembentukan holding BUMN untuk ultra mikro dinilai menjadi langkah efektif untuk menjawab kebutuhan pendanaan pelaku usaha yang beragam, seiring integrasi dan konsolidasi dari tiga entitas anggota holding.

Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Zakir Machmud mengatakan holding yang akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini diyakini masih akan menjaga karakterisktik bisnis masing-masing.

Dengan demikian, kebutuhan pembiayaan pelaku ultra mikro tetap akan dapat terjawab. Bahkan, kemampuan lembaga jasa keuangan tersebut dalam menjawab kebutuhan pendanaan pelaku ultra mikro akan lebih baik dengan integrasi dan konsolidasi.

"Saya setuju. Ini adalah rencana efektif. Masing-masing memiliki model bisnis yang berbeda. Kalau mau menolong UMKM memang haris dengan banyak model. Ini bagus," katanya, Senin (26/4/2021).

Dia menjelaskan, Pegadaian selama ini sudah dapat mejawab kebutuhan pelaku mikro dengan cepat karena menggunakan model gadai. Di samping itu, PNM pun memiliki bisnis yang sangat kuat dengan model pemberdayaan tanpa perlu menuntut agunan dari pelaku ultra mikro.

Kedua modal tersebut, akan semakin kuat dengan bantuan teknologi dan integrasi data dari BRI. Bahkan, likuditas dari BRI akan dapat disalurkan ke PNM dan Pegadaian untuk lebih cepat menstimulasi pembiayaan ultra mikro.

Selain itu, Zakir juga berpandangan holding ini pun akan lebih kuat mendorong pelaku ultra mikro memiliki rekening tabungan. Dengan demikian, akan lebih banyak lagi lembaga jasa keuangan formal yang akan tertarik menggarap segmen ultra mikro guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional ke depannya.

"Mungkin harapan saya, holding ini juga lebih banyak menciptakan berbagai produk keuangan baru yang cocok untuk setiap karakteristik usaha ultra mikro," ungkapnya.

Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) alias Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata mengutarakan pembentukan holding yang dipimpin oleh BRI akan sangat memantik optimisme pelaku UMKM.

Pasalnya, BRI cukup berhasil dalam memberi pendampingan dengan beban pinjaman yang sangat terjangkau. Bahkan sebagian besar kredit usaha rakyat disalurkan oleh BRI, dan pelaku UMKM sudah mampu naik ke kelas yang lebih baik tanpa perlu memberatkan fiskal negara.

Dia menyampaikan pelaku UMKM saat ini juga membutuhkan pendampingan yang mampu membawa mereka go digital. Pembiayaan tanpa pendampingan go digital justru tidak akan banyak membantu pemulihan operasional tahun ini.

"Kami pun juga sebenarnya mecoba untuk terus mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform digital agar mereka mendapat akses pasar lebih luas," katanya.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD