sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Impor Avtur Tinggi, Perang di Timur Tengah Berpotensi Bikin Harga Tiket Pesawat Mahal

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
08/03/2026 12:12 WIB
Dudy menjelaskan, komponen biaya bahan bakar pesawat atau avtur memiliki porsi besar dalam struktur biaya operasional maskapai.
Impor Avtur Tinggi, Perang di Timur Tengah Berpotensi Bikin Harga Tiket Pesawat Mahal. (Foto Istimewa)
Impor Avtur Tinggi, Perang di Timur Tengah Berpotensi Bikin Harga Tiket Pesawat Mahal. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memproyeksikan konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, berpotensi mendorong kenaikan harga tiket pesawat. Hal ini dipicu oleh tingginya ketergantungan industri penerbangan terhadap bahan bakar avtur yang sangat sensitif terhadap gejolak global.

Dudy menjelaskan, komponen biaya bahan bakar pesawat atau avtur memiliki porsi besar dalam struktur biaya operasional maskapai. Bahkan, kontribusinya mencapai sekitar 27,6 persen dari total biaya penerbangan.

"Komponen biaya avtur memakan (porsi) sekitar 27,6 persen, jadi cukup tinggi. Dan dia sangat volatile, sangat terpengaruh dengan kondisi yang tidak hanya di dalam negeri tapi juga kondisi-kondisi global," ujar Dudy dalam Media Briefing di Jakarta, dikutip Minggu (8/3/2026).

Dia menerangkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi membuat sektor transportasi udara sangat rentan terhadap dinamika geopolitik internasional. Ketika terjadi krisis di kawasan Timur Tengah, dampaknya bisa langsung terasa pada harga bahan bakar penerbangan.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement