AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Ilmuwan WHO Sebut Vaksin Booster Tidak Sarankan Buat Anak-Anak dan Remaja

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Jum'at, 21 Januari 2022 10:48 WIB
Kepala Ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, tidak menyarankan vaksin booster untuk anak-anak dan remaja.
Ilmuwan WHO Sebut Vaksin Booster Tidak Sarankan Buat Anak-Anak dan Remaja. (Foto: MNC Media)
Ilmuwan WHO Sebut Vaksin Booster Tidak Sarankan Buat Anak-Anak dan Remaja. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kepala Ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan, tidak menyarankan vaksin booster untuk anak-anak dan remaja. Saat ini, belum ada bukti kuat yang menunjukkan mereka perlu mendapatkan vaksin ketiga.

"Tidak ada bukti saat ini bahwa anak-anak yang sehat atau remaja yang sehat membutuhkan vaksin booster. Tidak ada bukti sama sekali," katanya, dikutip MNC Portal dari Fox News, Jumat (21/1/2022).

Swaminathan melanjutkan, sebuah panel akan bertemu akhir pekan ini untuk mempertimbangkan pertanyaan tentang bagaimana negara harus memberikan booster 'dengan tujuan untuk mengurangi kematian'.

Vaksin booster sendiri sudah banyak diberikan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia, dengan harapan mengurangi keparahan penyakit dan kematian. Tapi, WHO belum sepenuhnya mengizinkan pemberian vaksin booster di saat masih ada negara miskin yang belum sepenuhnya tercukupi ketersediaan vaksinnya.

"Untuk saat ini, vaksin booster hanya diberikan dengan alasan mengurangi tingkat kematian. Alasan Omicron juga banyak diajukan, karena beberapa vaksin menunjukkan pengurangan kemanjuran terhadap infeksi," terang Swaminathan.

Dia mencatat bahwa informasi soal penurunan efektivitas vaksin dalam waktu tertentu dan sedikit penurunan dalam perlindungan adalah pertimbangan yang harus dipikirkan, terlebih jika ingin melindungi kelompok rentan dan mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit parah dan kematian.

Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) telah mengizinkan booster vaksin Pfizer-BioNTech untuk penggunaan darurat pada anak-anak berusia 12 tahun.

FDA juga mengumumkan di awal bulan bahwa orang yang berusia 12 tahun ke atas bisa mendapatkan suntikan booster Pfizer hanya setelah lima bulan, dibandingkan dengan interval enam bulan sebelumnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD