Bahlil menambahkan pihaknya terus melakukan kajian untuk menyesuaikan kebijakan energi dengan dinamika global, khususnya di sektor minyak dan gas bumi (migas). Di sisi lain, arah kebijakan energi nasional tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk menjaga stabilitas di dalam negeri, pemerintah memutuskan tidak melakukan penyesuaian harga BBM subsidi guna mempertahankan daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Namun, Bahlil mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak.
"Pengendalian konsumsi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan energi nasional," kata dia.
(NIA DEVIYANA)