Menurut Ateng, jika dilihat menurut penggunaannya pada Januari 2026, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan.
"Nilai impor barang konsumsi naik 11,81 persen, nilai impor bahan baku atau penolong sebagai pendorong utama kenaikan impor ini naik 14,67 persen dengan andil 10,61 persen, impor barang modal naik cukup besar 35,32 persen," kata Ateng.
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor nonmigas terjadi dengan China, Australia, Jepang dan Amerika Serikat yang memberikan andil 54,92 persen.
(NIA DEVIYANA)