sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Impor RI Naik Naik 27,02 Persen di Juli 2026, Migas Melonjak

Economics editor Anggie Ariesta
01/09/2026 12:58 WIB
Nilai impor migas mencatatkan kenaikan yang signifikan mencapai USD3,77 miliar atau meningkat 49,91 persen (yoy).
Impor RI Naik Naik 27,02 Persen di Juli 2026, Migas Melonjak. Foto: iNews Media Group.
Impor RI Naik Naik 27,02 Persen di Juli 2026, Migas Melonjak. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada Juli 2026 mencapai USD26,09 miliar atau naik 27,02 persen dibandingkan dengan Juli 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, nilai impor migas mencatatkan kenaikan yang signifikan mencapai USD3,77 miliar atau meningkat 49,91 persen (yoy). 

“Sedangkan untuk impor nonmigas senilai USD22,33 miliar mengalami peningkatan secara tahunan (yoy) sebesar 23,83 persen,” 
ujar Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Jika dilihat menurut penggunaannya, pada Juli 2026 seluruh impor mencatatkan kenaikan. Nilai impor barang konsumsi pada Juli 2026 naik sebesar 10,50 persen dibandingkan dengan Juli tahun sebelumnya.

Sementara itu, kategori bahan baku penolong mencatatkan kenaikan sebesar 32,33 persen menjadi sebesar USD18,76 miliar pada Juli 2026. Sementara impor barang modal mencatatkan kenaikan sebesar 17,38 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, total nilai impor tercatat sebesar USD137,24 miliar. Angka ini naik 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Impor migas tercatat senilai USD25,77 miliar atau naik 40,24 persen. Sementara itu impor nonmigas senilai USD137,56 miliar mengalami kenaikan 16,78 persen.

Jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaannya.

Sebagai penyumbang utama, peningkatan nilai impor bahan baku atau penolong mencapai USD116,70 miliar atau naik 20,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun yang lalu dan memberikan andil terhadap peningkatannya sebesar 14,53 persen.

Impor bahan baku penolong yang naik cukup besar, terutama terjadi pada bahan bakar mineral HS27, mesin dan perlengkapan elektrik setelah bagiannya HS85 serta garam, belerang, batu dan semen HS25.

Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor terjadi pada China, Australia, kawasan ASEAN dan juga kawasan Uni Eropa. Sementara itu, impor dari Jepang justru mengalami penurunan.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement