Sementara secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, total nilai impor tercatat sebesar USD137,24 miliar. Angka ini naik 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Impor migas tercatat senilai USD25,77 miliar atau naik 40,24 persen. Sementara itu impor nonmigas senilai USD137,56 miliar mengalami kenaikan 16,78 persen.
Jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaannya.
Sebagai penyumbang utama, peningkatan nilai impor bahan baku atau penolong mencapai USD116,70 miliar atau naik 20,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun yang lalu dan memberikan andil terhadap peningkatannya sebesar 14,53 persen.
Impor bahan baku penolong yang naik cukup besar, terutama terjadi pada bahan bakar mineral HS27, mesin dan perlengkapan elektrik setelah bagiannya HS85 serta garam, belerang, batu dan semen HS25.