AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

India Pangkas Pajak Impor Minyak Nabati untuk Tahan Kenaikan Harga 

ECONOMICS
Firda Dwi Muliawati
Senin, 13 September 2021 14:09 WIB
India memotong basis pajak atas impor minyak nabati untuk tekan kenaikan harga.
India Pangkas Pajak Impor Minyak Nabati untuk Tahan Kenaikan Harga  (Dok.MNC Media)
India Pangkas Pajak Impor Minyak Nabati untuk Tahan Kenaikan Harga  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - India memotong basis pajak atas impor minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Negeri yang tercatat sebagai pembeli minyak nabati terbesar di dunia itu, tengah berupaya menahan kenaikan harga yang kini sudah mendekati rekor.

Dilansir dari program Power Breakfast IDX Channel, Senin (13/9/2021), pemerintah India menyampaikan pajak impor dasar untuk minyak sawit mentah telah diturunkan menjadi 2,5% dari 10%. Sedangkan pajak atas minyak kedelai mentah dan minyak bunga matahari mentah telah dikurangi menjadi 2,5% dari 7,5%.

Pengurangan pajak dapat menurunkan harga minyak nabati di India dan meningkatkan konsumsi. Hal tersebut akan meningkatkan pembelian impor oleh India. Tak hanya itu pajak impor dasar untuk kadar olahan minyak sawit, minyak kedelai dan minyak bunga matahari dipotong menjadi 32,5% dari 37,5%.

Direktur Pelaksana Perusahaan Perdagangan G.G. Perusahaan Riset Patel & Nikhil, Govindbhai Patel mengatakan, pengurangan pajak akan menurunkan harga minyak nabati menjelang festival utama, ketika permintaan minyak nabati meningkat di India.

"India adalah pasar yang sangat sensitif terhadap harga dan harga tinggi saat ini kemungkinan akan mengurangi permintaan lebih lanjut,” ungkap Direktur Eksekutif Asosiasi Ekstraktor Pelarut India, B.V. Mehta, dalam konferensinya, dikutip dari Reuters, Senin (13/9/2021).

India memenuhi lebih dari dua pertiga permintaan minyak nabatinya melalui impor, juga telah berjuang untuk menahan kenaikan harga minyak di pasar lokal selama beberapa bulan terakhir. Negara ini mengimpor Crude Palm Oil (CPO) terutama dari Indonesia dan Malaysia. Sementara minyak nabati lain, seperti kedelai dan bunga matahari, diimpor India dari Argentina, Brasil, Ukraina, dan Rusia. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD