AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

India Stop Penggunaan Ivermectin dari Daftar Obat Covid-19

ECONOMICS
M Sukardi/Sindonews
Jum'at, 11 Juni 2021 10:54 WIB
Kementerian Kesehatan India telah menghentikan penggunaan Ivermectin sebagai obat penanganan Covid-19.
Kementerian Kesehatan India telah menghentikan penggunaan Ivermectin sebagai obat penanganan Covid-19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan India telah menghentikan penggunaan Ivermectin sebagai obat penanganan Covid-19. Bukan hanya obat itu, mereka pun menyetop Azithromycin, Doxycyline, Zinc, Favipiravir, dan terapi plasma.

Jadi, kepercayaan sebagian masyarakat Indonesia yang mengatakan bahwa Ivermectin adalah obat mujarab Covid-19 perlu ditinjau ulang.

Bahkan, menurut laporan kantor berita Mint, pemerintah India belum lama ini menyarankan dokter agar sangat berhati-hati dengan obat Remdesivir dan obat off-label Tocilizumab.

"Remdesivir hanya digunakan untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi sedang atau berat (memerlukan oksigen tambahan), karena ini adalah obat cadangan yang terdaftar di Emergency Use Authorization (EUA) yang hanya berdasarkan bukti ilmiah terbatas secara global," ungkap pemerintah India.

Artinya, Remdesivir tidak diperuntukkan untuk pasien Covid-19 gejala ringan yang menjalani pengobatan di rumah. Obat Remdesivir juga termasuk obat yang jumlahnya terbatas dan memiliki biaya relatif tinggi, sehingga penggunaannya mesti sangat bijak.

Terkait dengan penggunaan Ivermectin, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan penggunaan obat ini. Para ilmuwan India pun mendukung penghapusan obat-obatan tersebut dari daftar pengobatan Covid-19.

"Saya berharap ini akan mengakhiri pengobatan berlebihan yang tidak rasional dan lebih fokus kepada upaya yang sudah diketahui cukup membantu seperti pengaturan ventilasi ruangan pasien, suportif terapi, obat steroid yang tidak berlebihan, dan tocilizumab. Semua obat selain itu harus digunakan hanya dalam konteks uji klinis dengan catatan ada potensi kegunaannya," terang Dr Gagandeep Kang, wakil ketua Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan juga seorang profesor di Christian Medical College (CMC), Vellore, Tamil Nadu.

Sementara itu, menurut Lalit Kant, seorang ilmuwan dan mantan kepala epidemiologi dan penyakit menular di Dewan Penelitian Medis India (ICMR), menyatakan bahwa obat EUA itu direkomendasikan berdasar penelitian kecil, sehingga pemakaiannya harus sangat bijaksana.

"Pandemi Covid-19 telah menghadirkan salah satu tantangan terbesar zaman modern untuk mengelola pasien. Ada permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk obat-obatan dengan kemanjuran yang meragukan dan beberapa obat juga memiliki dukungan politik," kata Kant. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD