Duta Besar Wisnu menyambut baik respon Menteri Fernandes yang berkomitmen untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan teknis dengan Indonesia. Duta Besar RI sampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah lakukan kajian yang libatkan berbagai pihak di dalam negeri untuk mengidentifikasi peluang kerja sama dagang lewat skema preferential trade agreement.
“Pemerintah Indonesia tentunya juga terbuka dengan berbagai usulan skema kerja sama dari Angola", kata Dubta Besar Wisnu.
Total perdagangan Indonesia-Angola pada periode Januari - September 2022 tercatat USD842 juta, meningkat 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021, yaitu USD574 juta.
Dalam daftar produk ekspor unggulan, minyak sawit merupakan salah satu produk ekspor unggulan ke Angola. Selain minyak sawit, ekspor Indonesia ke Angola, antara lain, yaitu margarin, elektronik, tekstil, furniture, sarung tangan (gloves), korek api, dan kertas.
(WHY)