Sementara itu, Chief Digital & Data Officer sekaligus First Assistant Secretary Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia, Amanda Chalmers, menyampaikan apresiasi atas kedatangan urea dari Indonesia.
Menurutnya, realisasi pengiriman tersebut mencerminkan eratnya hubungan dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Australia.
"Kedatangan urea dari Indonesia hari ini menjadi cerminan eratnya kemitraan dan persahabatan antara Australia dan Indonesia. Pasokan pupuk ini memberikan kepastian bagi para petani sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan Australia dan kawasan yang lebih luas," ujar Amanda.
Ekspor urea ke Australia merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang sebelumnya telah dibangun antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
Pengiriman perdana dilakukan menggunakan kapal MV Medi Luna yang diberangkatkan dari Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur, pada pertengahan Mei 2026. Selanjutnya, realisasi ekspor akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 250.000 ton pada akhir 2026.
(Shifa Nurhaliza Putri)