AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Industri Baterai Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Foxconn hingga Gogoro Rp114 Triliun

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Minggu, 23 Januari 2022 18:07 WIB
IBC dan Indika Energy menjalin kerja sama dengan Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) dan Gogoro Inc, nilainya mencapai Rp114 triliun.
Industri Baterai Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Foxconn hingga Gogoro Rp114 Triliun (FOTO: MNC Media)
Industri Baterai Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Foxconn hingga Gogoro Rp114 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dan Indika Energy Tbk menjalin kerja sama dengan Hon Hai Precision Industry Co. Ltd (Foxconn) dan Gogoro Inc yang nilainya mencapai USD8 miliar atau setara Rp114 triliun.

Menteri Erick Thohir mengatakan, dengan adanya kerja sama ini, akan memberikan multiplier effects kepada UMKM dan perusahaan lokal di Indonesia. 

Kerja sama ketiga entitas itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ihwal investasi pengembangan ekosistem energi baru berkelanjutan melalui investasi baterai listrik, kendaraan listrik, dan industri pendukungnya dengan  skema kerja sama Build-Operate-Localize (BOL). 

“Skema ini tidak hanya membawa investasi dan multiplier effects kepada UMKM dan perusahaan lokal, namun juga akan meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia dengan adanya riset dan pengembangan (R&D) serta transfer pengetahuan dan teknologi kendaraan listrik,” ujar Erick, dikutip Minggu (23/1/2022).

Tak hanya itu, kolaborasi investasi itu pun akan mendukung komitmen pemerintah Indonesia pada Glasgow Climate Pact, yang ditandatangani pada 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) tahun lalu. 

Dimana, Indonesia berkomitmen untuk mencapai nol emisi karbon di tahun 2060 dan meninggalkan penggunaan batu bara sebagai sumber energi pada 2040. 

Melalui Nota Kesepahaman ini, Foxconn bersama Gogoro, IBC, dan Indika akan menjajaki kerja sama investasi ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang komprehensif di Indonesia, mulai dari pembuatan baterai listrik (termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai), hingga ke pengembangan industri kendaraan listrik roda empat, kendaraan listrik roda dua, dan bus listrik (E-Bus).

Lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan industri penunjang EV yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange/swap station, battery daur ulang, serta riset dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV. 

Perkiraan nilai total investasi dalam proyek-proyek tersebut oleh seluruh mitra usaha diperkirakan akan mencapai USD8 miliar atau sekitar Rp 114 triliun. Keseluruhan proyek diperkirakan akan menghasilkan kapitalisasi pasar dengan nilai total lebih dari USD100 miliar di Indonesia pada tahun 2030.

Chairman Foxconn Liu Young-Way mengapresiasi komitmen Indonesia terhadap masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Baginya, tidak ada waktu yang lebih tepat bagi Foxconn untuk memulai berinvestasi di Indonesia. 

“Dengan menandatangani MoU ini, kami ingin berkontribusi terhadap visi Indonesia dalam mengembangkan ekosistem energi baru untuk EV lokal mereka dan pasar energi terkait. Kami berharap dapat berbagi platform terbuka untuk kendaraan listrik (platform MIH) dan model bisnis BOL kami dengan perusahaan lokal Indonesia," ucap Chairman Foxconn Liu Young-Way.

Lebih lanjut, Nota Kesepahaman ini juga menunjukkan komitmen Gogoro terhadap inisiatif transportasi berkelanjutan dan dukungan bagi pengembangan ekosistem transportasi terbuka di Indonesia melalui kemitraan dengan beberapa perusahaan Indonesia dan perusahaan global. Nota Kesepahaman ini melengkapi proyek percontohan roda dua Gogoro dengan Electrum, sebuah perusahaan patungan dengan Gojek di Jakarta, yang telah diluncurkan pada Desember 2021. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD