Lonjakan harga konsumen sebagian didorong oleh melonjaknya biaya energi. Harga bensin pekan ini mencapai USD4,52 per galon, naik sekitar 44 persen dari tahun lalu.
Kenaikan harga bahan bakar juga dapat berdampak pada biaya perjalanan: Tarif penerbangan rata-rata mencapai USD365 pada akhir April, naik dari USD346 tepat setelah perang pecah, menurut data dari Kayak.
Pada saat yang sama, tagihan energi yang lebih tinggi juga pada akhirnya dapat mendorong harga makanan di AS, meskipun dampak pada bahan makanan mungkin baru terasa signifikan beberapa bulan ke depan. (Wahyu Dwi Anggoro)