AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Inflasi Sumut Juni Capai 1,4 Persen, Ini Biang Keladinya

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Jum'at, 01 Juli 2022 17:57 WIB
Naiknya sejumlah harga bahan kebutuhan pokok hingga tiket pesawat berdampak pada tingkat inflasi di Sumut di Juni 2022 mencapai 1,4 persen.
Inflasi Sumut Juni Capai 1,4 Persen, Ini Biang Keladinya (FOTO: MNC Media)
Inflasi Sumut Juni Capai 1,4 Persen, Ini Biang Keladinya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Naiknya sejumlah harga bahan kebutuhan pokok hingga tiket pesawat berdampak pada tingkat inflasi di Sumatera Utara (Sumut) di Juni 2022 mencapai 1,4 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Nurul Hasanuddin, mengatakan inflasi di Sumut terbentuk atas indeks harga di lima kota dengan indeks harga konsumen (IHK) di Sumatera Utara, yang seluruhnya mengalami inflasi pada Juni 2022. 

Yakni Kota Sibolga sebesar 1,12 persen, Pematangsiantar sebesar 1,36 persen dan Medan sebesar 1,39 persen. Kemudian Padangsidimpuan sebesar 1,29 persen dan Gunung Sitoli sebesar 2,72 persen.

"Pada Juni 2022, inflasi Provinsi Sumatera Utara yang merupakan gabungan lima kota, yaitu Sibolga, Pematangsiantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli, sebesar 1,40 persen dengan  Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,71," kata Nurul, Jumat (1/7/2022). 

Inflasi jelas Nurul, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.  

Mulai dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,39 persen. Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,28 persen. 

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,66 persen. 

Kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen. Kelompok transportasi sebesar 1,89 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. 

Kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,08 persen. 

Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya deflasi 0,02 persen. Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tidak mengalami perubahan.

"Komoditas utama penyumbang inflasi selama Juni 2022 antara lain, cabai merah, angkutan udara, bawang merah, ikan dencis, cabai rawit, cabai hijau, dan telur ayam ras," paparnya. 

Dengan inflasi pada Juni 2022, maka tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2022) Sumatera Utara sebesar 4,18 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 5,61 persen. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD