Dia menjelaskan BBM industri seperti bensin dengan RON 95 dan 98 memang diperuntukkan bagi masyarakat mampu dan mengikuti harga pasar tanpa intervensi pemerintah.
"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi? Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar, monggo! Tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka, itu tidak ada tanggungan negara sama sekali," kata Bahlil.
Sementara itu, Bahlil memastikan pemerintah tetap memprioritaskan kebijakan untuk BBM subsidi dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.
"Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik nanti tunggu tanggal mainnya ya," kata dia.
(NIA DEVIYANA)