Kemudian pada 2025, pemanfaatan domestik gas mencapai sekitar 3.882 BBTUD, sementara ekspor turun menjadi sekitar 1.718 BBTUD.
“Indonesia sebenarnya memiliki potensi gas domestik yang cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi energi yang dapat diakses masyarakat secara aman, efisien, dan ekonomis,” ujar Kholid dalam Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Terkait rencana kebijakan penggunaaan compressed natural gas (CNG) atau gas bumi yang dikompresi sebagai pengganti liquified petroelum gas (LPG), Kholid menjelaskan, kebijakan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Beberapa sektor yang bisa disasar antara lain transportasi, rumah tangga dan industri.
Dalam FGD tersebut, DEN juga memaparkan sejumlah keunggulan CNG dibanding LPG. Dari sisi harga energi, gas alam memiliki biaya sekitar Rp38,5 per MJ (mega joule), jauh lebih rendah dibanding LPG nonsubsidi yang dapat mencapai Rp285 per MJ.