Menurut Kholid, pada sektor transportasi, penggunaan CNG dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus menghasilkan emisi lebih rendah dibanding BBM konvensional. Sementara pada sektor industri, penggunaan gas bumi dinilai lebih efisien dan stabil dibanding batu bara maupun BBM.
Namun, Kholid menegaskan, implementasi CNG rumah tangga masih menghadapi tantangan teknis dan keselamatan yang cukup besar. Salah satu isu utama adalah belum adanya standar internasional khusus untuk tabung CNG rumah tangga, termasuk katup, selang, dan instalasinya.
Dia menyampaikan, tekanan tabung CNG dapat mencapai 150–200 bar, jauh lebih tinggi dibanding tabung LPG rumah tangga yang hanya sekitar 8 bar. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan material tabung menjadi jauh lebih kompleks dan mahal.
“Isu keselamatan menjadi aspek yang sangat krusial karena karakteristik CNG berbeda dengan LPG. Pemerintah perlu memastikan standardisasi dan sistem monitoring sebelum implementasi dilakukan secara luas,” kata dia.
(Dhera Arizona)