AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Invermectin Bukan Alasan India Selamat dari Tsunami Covid-19

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Selasa, 06 Juli 2021 11:28 WIB
Invermectin bukan menjadi alasan India untuk berhasil memerangi lonjakan Covid-19 pada Mei 2021 lalu.
Covid-19 (Ilustrasi)
Covid-19 (Ilustrasi)

IDXChannel - Di awal Mei 2021, semua orang menyaksikan bagaimana India berjibaku dengan tsunami Covid-19 yang begitu luar biasa. Banyak korban jiwa berjatuhan karena kejadian itu.

Salah satu penyebab yang disalahkan dari meroketnya kasus Covid-19 di India adalah kesadaran masyarakat yang begitu lemah terhadap penerapan protokol kesehatan, masih adanya acara besar-besaran yang diikuti banyak masyarakat, dan pemerintah yang dinilai lambat melakukan pencegahan.

India kemudian berjuang menurunkan efek tsunami Covid-19 yang membabi-buta tersebut. Banyak upaya yang mereka lakukan salah satunya memperbaiki sistem kesehatan dan menjamin ketersediaan tabung oksigen di rumah sakit.

Lalu, santar terdengar isu bahwa penurunan kasus krisis India juga berkat penggunaan obat Ivermectin yang diberikan ke pasien Covid-19. Benarkah demikian?

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menegaskan bahwa itu pernyataan yang keliru. Sebab, Ivermectin bukan jalan keluar India terbebas dari kritis Covid-19.

"Kasus Covid-19 di India tidak turun drastis karena Ivermectin. Itu karena mereka melakukan lockdown yang intens," tegas Prof Beri, sapaan akrabnya, di Twitter, Selasa (6/7/2021).

Prof Beri pun menerangkan bahwa pemerintah India bahkan menghentikan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan Covid-19.

"Beberapa waktu lalu Kementerian Kesehatan India telah mengubah pengobatan yang diresepkan untuk pasien Covid-19. Menurut pedoman baru, penggunaan Ivermectin telah dihapus sepenuhnya. Itu sudah clear," tambahnya.

"Di Amerika Serikat, Ivermectin amat tidak dianjurkan untuk pengobatan Covid-19. Ini juga sudah clear," sambung Prof Beri.

Di pernyataan lain, Prof Beri mengungkapkan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Eropa juga melarang penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19. "Kecuali untuk uji klinis," katanya.

Itu yang kini dilakukan di Indonesia. Ivermectin untuk Covid-19 saat ini statusnya masih diuji klinis sehingga kepastian terkait dengan keamanan dan efektivitas obat cacing tersebut untuk Covid-19 belum didapati hasil ilmiahnya.

"BPOM masih melakukan uji klinis terhadap Ivermectin dan belum mengizinkan obat tersebut sebagai obat Covid-19," tegasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD