IDXChannel - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani memproyeksikan investasi di sektor geothermal dan data center menguat pada 2026.
Hal tersebut sejalan dengan permintaan minat investasi asing untuk menggarap kedua sektor tersebut seperti Malaysia, Thailand, hingga Jepang.
"Salah satunya yang kita melihat potensinya sangat besar dari investor dalam dan luar negeri adalah dari energi baru dan terbarukan. Kan 76 persen energi kita dari energi baru terbarukan di RUPTL PLN. Geothermal menarik karena banyak investor tertarik," ujarnya dalam konferensi pers Capaian Realisasi Investasi Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Namun demikian, Rosan mengaku masalah perizinan masih menjadi hambatan realisasi investasi untuk berinvestasi di sektor panas bumi. Negara seperti Jepang disebut tertarik dan siap melakukan groundbreaking pada tahun ini.
"Memang kondisinya kita harus lebih permudah dari sisi perizinannya. Terutama kalau saya lihat, Jepang nih yang banyak (minat) di geothermal. Investasinya kemarin juga ada yang di tahun ini," tutur dia.