Besaran investasi yang akan ditanamkan oleh salah satu perusahaan asal Jepang di geothermal diketahui tembus USD900 juta atau setara Rp15,2 triliun. Rencana investasi tersebut juga telah mendapatkan financial close dari pemerintah dan segera mulai membangun pada 2026.
Selain proyek geothermal, pembangunan data center juga akan menjadi magnet investasi 2026. Pertumbuhan data center di Indonesia tidak lepas dari meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Hal tersebut membuat permintaan untuk pusat penyimpanan data menjadi meningkat.
Rosan menyebutkan, calon investor asing yang akan menggarap proyek data center di Indonesia yakni perusahaan asal Malaysia, dan Thailand.
"Kita lihat itu (geothermal dan data center) akan menjadi investasi yang signifikan di tahun ini. Jadi investasi-investasi ini tersebar di daerah-daerah," kata Rosan.
(DESI ANGRIANI)