Infrastruktur kawasan, utilitas, konektivitas logistik, serta fasilitas pendukung menjadi bagian dari pengembangan kawasan untuk menciptakan lingkungan usaha yang efisien dan terintegrasi.
Sementara secara sektoral, pengembangan KEK Industripolis Batang mencakup tiga tema utama, yaitu manufaktur, logistik, dan pariwisata, di mana lewat pendekatan tersebut memungkinkan kawasan tidak hanya menjadi tempat kegiatan produksi, namun juga berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi yang menghubungkan industri, distribusi, perdagangan, hingga kebutuhan masyarakat.
"Untuk mendukung kebutuhan investasi yang beragam, kami menghadirkan sejumlah pilihan produk kawasan. lalu soal konektivitas, KEK Industropolis Batang juag memiliki akses langsung menuju Jalan Tol Trans-Jawa, terhubung dengan jalur nasional Pantura, serta didukung akses kereta api dan fasilitas pelabuhan untuk menunjang kegiatan logistik dan mobilitas industri," ujar Luthfi.
Luthfi juga menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya memahami bahwa persoalan investasi bukan sekadar tentang kesiapan lahan. Yang lebih penting adalah memastikan investor mendapatkan ekosistem yang mendukung kegiatan industrinya secara berkelanjutan mulai dari infrastruktur, konektivitas, hingga dukungan selama menjalankan usaha.
Karena itu, Pemprov Jateng melalui KEK Industripolis Batang terus mengembangkan berbagai produk dan fasilitas di kawasan agar dapat menjawab kebutuhan investor dari berbagai sektor dan skala usaha, yaitu sebuah ekosistem yang mempertemukan industri, logistik, komersial, hunian, tenaga kerja, dan berbagai fasilitas pendukung dalam satu kawasan terintegrasi.