AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Investor Waspada Tapering Off the Fed, Wall Street Terpuruk

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Sabtu, 18 September 2021 06:20 WIB
Seluruh indeks di bursa Wall Street berguguran. Kemerosotan ini terjadi menjelang pertemuan yang dilakukan oleh Federal Reserve (the Fed) pada pekan depan.
Investor Waspada Tapering Off the Fed, Wall Street Terpuruk. (Foto: MNC Media)
Investor Waspada Tapering Off the Fed, Wall Street Terpuruk. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Seluruh indeks di bursa Wall Street berguguran. Kemerosotan ini terjadi menjelang pertemuan yang dilakukan oleh Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan.

Hingga pukul 22.48 WIB, tiga indeks acuan Wall Street kompak merosot. Dow Jones Industrial Average turun -168,97 poin (-0,49%) di level 34.580,7.

S&P 500 kehilangan -31,57 poin (-0,71%) menjadi 4.442,18.

Nasdaq Composite juga terpuruk -146,08 poin (-0,96%) di harga 15.035,68.

Setidaknya 10 dari 11 sektor utama indeks S&P 500 terpuruk saat jalannya bursa, dipimpin oleh sektor teknologi dan bahan baku yang menurun masing-masing (-1,00%) dan (-1,56%).

"Ini adalah pekan yang fluktuatif dan bisa jadi peluang mengambil posisi saat harga rendah, tetapi bukan berarti meniadakan kemungkinan turun lebih dalam,"kata Global Equities Portfolio Manager International Business of Federated Hermes, Louise Dudley, dilansir Reuters, Jumat (17/9/2021).

Di samping gelaran The Fed, sentimen juga datang dari potensi kenaikan pajak perusahaan sebagai realisasi kampanye Partai Demokrat AS, yang berupaya menaikkan hingga 26,5% dari 21% saat ini.

"Kami masih mengantisipasi (datangnya) volatilitas pasar mengingat perubahan tarif pajak perusahaan AS sedang dalam negosiasi, terutama untuk sektor-sektor yang saat ini berpajak rendah yakni teknologi, bio-teknologi, dan sebagainya," lanjut Dudley.

Saat ini, terang Dudley, investor diyakini bakal fokus terhadap pertemuan The Fed pada pekan depan, dengan tanda tanya besar apakah rilis data ekonomi AS selama ini dapat memacu bank sentral untuk segera mengadakan tapering. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD