AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Jabar Kembalikan Hewan Ternak yang Terjangkit PMK ke Daerah Asal 

ECONOMICS
Agung Bakti Sarasa
Sabtu, 14 Mei 2022 14:30 WIB
Pemprov Jawa Barat mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi wabah PMK hewan ternak dengan mengembalikan hewan ternak terjangkit PMK.
Jabar Kembalikan Hewan Ternak yang Terjangkit PMK ke Daerah Asal
Jabar Kembalikan Hewan Ternak yang Terjangkit PMK ke Daerah Asal

IDXChannel - Pemprov Jawa Barat mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak dengan mengembalikan hewan ternak terjangkit PMK ke daerah asal. 

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, Pemprov Jabar meningkatkan pengawasan terhadap arus lalu lintas peredaran hewan kurban yang mulai mengalami peningkatan jelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. 

Pengawasan dilakukan guna mengantisipasi kemunculan wabah PMK maupun penyakit menular lainnya pada hewan ternak, khususnya sapi. Diketahui, Hari Raya Idul Adha identik dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban dan akan digelar tidak lama lagi. 

Menurut Uu, Pemprov Jabar pun telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya membentuk Satuan Tugas PMK,l hingga berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota terkait melakukan pemantauan pergerakan hewan ternak di Jabar. 

"Agar diperiksa apakah sudah lulus kesehatan dari tempatnya berangkat atau tidak. Kalau tidak, kami dengan berat hati akan memulangkannya kembali ke daerah asalnya," tegas Uu, Sabtu (14/5/2022). 

Selain itu, lanjut Uu, imunisasi terhadap hewan ternak juga akan terus diupayakan demi menjaga kesehatan masyarakat, apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha. 

Langkah antisipasi pun sudah mulai dilakukan karena tak jarang para pengusaha sudah mulai mendistribusi hewan ternak, khususnya untuk kebutuhan kurban dari luar Jabar jauh hari sebelum momen Idul Adha tiba, agar para penjual hewan ternak bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan.

"Karena kalau beli (hewan kurban) dekat- dekat (Idul Adha) keuntungannya lebih sedikit, maka persiapan pemerintah juga dimulai dari sekarang. Jadi, ketika para pengusaha mulai bergerak kita siap mengawasi," tegasnya lagi. 

Lebih lanjut Uu mengatakan bahwa kebutuhan daging masyarakat Jabar cukup tinggi, terutama di kota-kota besar. Menjelang Idul Adha, kata Uu, kebutuhan akan hewan ternak dipastikan meningkat dan hal itu harus diantisipasi. 

"Sampai hari ini memang belum ditemukan (temuan) yang signifikan, tapi selesai Lebaran para pengusaha mulai kembali bergerak di sektor perternakan, saat pengusaha bergerak kami sudah siap," katanya. 

"Saya ditugaskan Pak Gubernur mengecek di berbagai tempat karena ini kan menyangkut kesehatan masyarakat Jabar," tandasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD