AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Peternakan Diserang Wabah PMK, Pedagang Daging Sapi Sebut Harga Tak Berubah

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 12 Mei 2022 17:51 WIB
Sejumlah peternakan di Jawa Timur dilaporkan sedang terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Peternakan Diserang Wabah PMK, Pedagang Daging Sapi Sebut Harga Tak Berubah. (Foto: MNC Media)
Peternakan Diserang Wabah PMK, Pedagang Daging Sapi Sebut Harga Tak Berubah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah peternakan di Jawa Timur dilaporkan sedang terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski begitu, penyebaran penyakit tersebut belum mempengaruhi harga daging sapi di pasaran.

Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi menyatakan, hingga hari ini tidak ada laporan kenaikan harga daging disebabkan karena wabah PMK

"Kalau saat ini (perubahan harga daging) belum terjadi karena wabah PMK," kata Asnawi kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (12/4/2022).

Dia menerangkan, daging sapi yang disembelih dari hewan ternak yang terjangkit PMK masih aman dikonsumsi. Namun, dengan catatan harus melalui proses perebusan dengan air panas bersuhu 95 derajat celcius selama 15-30 menit. 

"Jadi artinya daging sapi yang terjangkit PMK ini masih aman dikonsumsi oleh masyarakat apabila proses memasaknya dengan tingkat panas 95 derajat celcius dalam waktu minimal 15 menit dan maksimal 30 menit. Dengan proses ini, semua bakteri yang ada di daging itu akan mati dengan sendirinya," jelas Asnawi. 

Dia juga menegaskan bahwa penyakit hewan ternak ini tidak berbahaya pada manusia. Sebab, penularan hanya terjadi antar hewan ternak saja. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan. 

"Edukasi kepada masyarakat perihal ini sangat penting. PMK ini tidak menakutkan dan tidak menularkan manusia," ujarnya.

Asnawi pun mengapresiasi sikap pemerintah yang gerak cepat dalam menangani wabah PMK pada hewan ternak ini. Dia juga setuju dengan intruksi Presiden yang melarang hewan ternak yang berasal dari wilayah terpapar untuk masuk ke wilayah bebas PMK. Hal ini supaya penularan PMK tidak semakin menyebar. 

"Saat ini pihak-pihak kesehatan hewan tengah serius menangani hal ini tanpa kenal lelah. Presiden juga sudah memberikan instruksi daerah yang terjangkut wabah PMK ini tidak boleh mengeluarkan satu pun hewan ke daerah lain," pungkasnya. 

Untuk diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah menetapkan dua daerah yang diserang wabah PMK pada hewan ternak yaitu Kabupaten Aceh dan Kabupaten di Jawa Timur. 

Untuk Kabupaten Aceh yakni Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara Jawa Timur terdiri dari Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Mentan juga menerangkan bahwa pemerintah melakukan tiga langkah antisipasi untuk hal ini, yaitu langkah darurat dengan turun langsung mengintervensi melalui lokalisasi wabah agar tidak semakin menyebar, dan juga dengan mendistribusikan obat-obatan, vitamin, antibiotik, serta menyiapkan vaksin.

Adapun langkah kedua yaitu dilakukan pengendalian agar wabah penyakit mulut dan kuku tidak semakin menyebar dan virusnya tidak bermutasi. Sedangkan langkah ketiga yaitu dengan melakukan pemulihan pada hewan ternak di Indonesia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD