Lebih lanjut Doddy juga menerangkan alasan lahan reklamasi dibangun menjadi lapangan golf itu karena adanya permintaan dari stakeholder terkait.
"Karena saat itu ada permintaan dari stakeholder tapi kami tidak hanya prioritaskan jadi lapangan golf tapi kita buat sederhana mungkin. Sebenarnya reklamasi golf ini tidak banyak pohonnya, lebih enak tanam rumput. Jadi terpacu untuk coba membuat bentuk lain reklamasi apa yang bisa dibuat," tutur Doddy.
Sebagai informasi, luasan area lapangan golf ini mencapai 55,38 Hektar (Ha) dan sudah memiliki 18 hole dengan fasilitas yang tersedia seperti Green Rough, Fairway, Bunker, dan area istirahat. Keberadaan lapangan ini juga untuk mendukung pola hidup sehat. Sekaligus menjadi tempat silaturahmi antar karyawan dan masyarakat pecinta golf.
Selain itu, reklamasi juga dilakukan di area yang dulunya merupakan lubang tambang yang diubah menjadi danau pasca tambang. Danau seluas 28 hektar tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk perikanan, sumber air masyarakat bahkan olahraga air.
"Dari 150 hektar yang ditutup, tersisa 28 hektar dan sayang kalau ditutup karena airnya bagus dan sesuai baku mutu lingkungan. Sehingga kita tetapkan sebagai area peralihan atau void atau yang disebut danau pasca tambang," ungkap Doddy.