AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Jakarta Diprediksi Bakal Tenggelam 10 Tahun Mendatang, Ini Kata MUI

ECONOMICS
Dimas Choirul
Senin, 02 Agustus 2021 08:31 WIB
Biden mengendus soal perubahan iklim di dunia dan memprediksi Ibu kota Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun kedepan.
Jakarta Diprediksi Bakal Tenggelam 10 Tahun Mendatang, Ini Kata MUI (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas angkat bicara mengenai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang bikin heboh jagat media nasional. Biden mengendus soal perubahan iklim di dunia dan memprediksi Ibu kota Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun kedepan. 

"Pernyataan Joe Biden ini hendaknya  jangan kita anggap enteng seperti menyangkut masalah virus corona di masa-masa awal penyebarannya sehingga akibat dari sikap dan pandangan kita yang seperti itulah penyelesaian masalah covid 19 di negeri ini sampai hari ini setelah 1,5 tahun berlalu  jangankan semakin ringan tapi malah semakin berat dan berlarut-larut," kata Anwar melalui keterangan tertulis kepada MNC Portal, Senin (2/8/2021). 

Untuk itu, Anwar berharap agar para pemimpin dan ilmuan di negeri atau mereka yang ahli di bidang perubahan iklim dan pemanasan global, bersatu melakukan langkah-langkah atau kajian mengenai persoalan perubahan iklim ini. 

"Karena bagaimanapun juga persoalan perubahan iklim dan pemasan global ini tidak bisa kita tangani sendiri tapi harus secara bersama-sama dengan negara-negara lain melalui badan-badan dan kesepakatan-kesepakatan tingkat dunia," ungkapnya. 

Lantas Anwar mengutip pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa sebab pemicu dari perubahan iklim itu lantaran semakin pesatnya pembangunan di seluruh dunia saat ini. Hal itu tentu akan menghasilkan emisi karbon (CO2 emission) yang semakin meningkat sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan suhu dan perubahan iklim. 

Sehingga, lanjutnya hal tersebut jelas akan menimbulkan dampak yang mengerikan yang akan bisa mengancam dunia secara keseluruhan  terutama negara kita indonesia dan lebih-lebih lagi kota Jakarta. 

"Karena seperti dikatakan juga oleh Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria permukaan tanah di jakarta mengalami penurunan setiap tahunnya. Oleh karena itu jika memang permukaan tanah di jakarta setiap tahun menurun lalu permukaan air laut  karena pemanasan global meningkat karena mencairnya es yang ada di kutub utara dan kutub selatan maka sudah jelas dan pasti banjir rob di daerah belahan utara kota jakarta dan di beberapa daerah rendah di pinggir pantai lainnya di indonesia tentu akan terjadi," tukasnya. 

Untuk itu, selain meminta kajian oleh para ilmuan, Anwar menambahkan, pemerintah pusat maupun daerah juga harus berkoordinasi memikirkan bagaimana negara kita bisa berkontribusi bersama negara-negara lain di dunia untuk menghambat dan mencegah terjadinya perubahan iklim global tersebut secara nasional. 

"Bila hal demikian tetap tidak bisa dicegah maka kita sebagai bangsa diharapkan juga  sudah harus siap dan punya berbagai  alternatif dan solusi serta langkah2 yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dan menghadapi masalah tersebut," pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD