AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

Jangan Sedih Tesla Pilih India, Pengamat: Kita Bisa Gandeng Negara Lain

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Sabtu, 20 Februari 2021 07:54 WIB
Sekarang ini yang harus dikembangkan adalah teknologinya bekerja sama dengan berbagai pihak.
Jangan Sedih Tesla Pilih India, Pengamat: Kita Bisa Gandeng Negara Lain (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, Indonesia tidak perlu berharap, jika Tesla Inc Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, akan membangun pabrik di India. 

"Kita tidak perlu bergantung pada Tesla karena sumber daya mineral ada di Indonesia. Utamanya bagaimana kita bisa mencari alternatif lain di luar Tesla sehingga tidak bergantung pada satu pihak saja. Jadi tidak perlu berharap dan tidak perlu cemas," ujar Piter.

Menurut dia, sekarang ini yang harus dikembangkan adalah teknologinya bekerja sama dengan berbagai pihak. 

"Kita bisa bekerja sama dengan China, Jepnag, Korea, atau negara-negara lain. Kalau sekarang ini Tesla yang bisa mengembangkan industri baterai terbaik, bukan berarti kita tidak bisa melakukan sesuatu yang lebih baik," beber dia. (Sandy)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD