AALI
9950
ABBA
292
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
198
ACST-R
0
ADES
3680
ADHI
840
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2270
AGAR
364
AGII
1465
AGRO
1480
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
71
AIMS
412
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
805
AKSI
740
ALDO
1385
ALKA
358
ALMI
300
ALTO
226
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.42
-0.45%
-2.32
IHSG
6655.83
-0.56%
-37.57
LQ45
948.42
-0.48%
-4.53
HSI
24240.11
-0.59%
-143.21
N225
28362.45
0.85%
+238.17
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

Jelang Aksi 212, Epidemiolog Ingatkan Kerumunan Jumlah Besar Dapat Timbulkan Varian Omicron

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta
Kamis, 02 Desember 2021 08:02 WIB
Pemerintah dan seluruh pihak yang akan mengerahkan massa dalam jumlah amat besar dapat menyebabkan munculnya varian baru virus Corona Covid-19 Omicron.
Jelang Aksi 212, Epidemiolog Ingatkan Kerumunan Jumlah Besar Dapat Timbulkan Varian Omicron (FOTO:MNC Media)
Jelang Aksi 212, Epidemiolog Ingatkan Kerumunan Jumlah Besar Dapat Timbulkan Varian Omicron (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengingatkan pemerintah dan seluruh pihak yang akan mengerahkan massa dalam jumlah amat besar dapat menyebabkan munculnya varian baru virus Corona Covid-19 Omicron. 

"Yang jelas dalam situasi saat ini apapun pergerakan, mobilisasi yang besar berpotensi membuat varian Covid-19 yang ada seperti delta dan kemungkinan Omicron ini sudah ada di Indonesia tinggal tunggu waktu saja terdeteksi," ujar Dicky Budiman, Kamis (2/12/2021) ketika dikonfirmasi. 

Ia menyebutkan pergerakan dalam jumlah besar akan membuat varian baru Covid-19 yang sebenarnya sudah masuk ke Indonesia akan dapat lebih mudah menular khususnya di tengah kerumunan massa. 

"Kalau ada gerakan seperti ini akan membuat virus itu bersirkulasi, akan mempercepat varian apapun, apalagi ini ada Omicron yang jauh lebih cepat menular dibandingkan varian Delta. Akan lebih cepat menular," terang Dicky Budiman. 

Lebih lanjut ia menyarankan agar semua pihak yang hendak mengadakan kegiatan mengumpulkan massa dalam jumlah sangat besar untuk menahan diri demi kepentingan yang lebih besar yakni kesehatan dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia. 

"Apapun massa demo dengan dalih apapun akan sangat berbahaya. Ini yang harus disadari semua pihak. Jangan membebani masyarakat dengan beban masalah baru yang bisa memperburuk dan merugikan semua pihak," pungkas Dicky Budiman. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD