AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Jelang Libur Nataru, Kemenparekraf Dorong Destinasi Wisata Terapkan Prokes

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Rabu, 27 Oktober 2021 19:04 WIB
Mengantisipasi Libur Nataru tentunya salah satunya adalah dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan
Jelang Libur Nataru, Kemenparekraf Dorong Destinasi Wisata Terapkan Prokes  (FOTO:MNC Media)
Jelang Libur Nataru, Kemenparekraf Dorong Destinasi Wisata Terapkan Prokes (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Menjelang Libur Natal dan tahun baru (Nataru) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar rapat evaluasi dalam mendorong para pengelola destinasi wisata dan taman rekreasi disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan aplikasi PeduliLindungi. 

“Mengantisipasi Libur Nataru tentunya salah satunya adalah dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat ditambah dengan penggunaan Aplikasi PeduliLindungi. Terlebih dalam libur nataru jangan sampai momentum ini memicu kasus baru,” kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo melalui keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (28/10/2021).  

Fadjar menjelaskan penggunaan aplikasi PeduliLindungi hanya merupakan alat atau tools untuk melakukan testing, tracing, dan treatment.  

Dimana Poin utamanya tetap berkomitmen dalam melaksanakan protokol kesehatan oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, pengelola dan pengunjung serta seluruh elemen lainnya.  

“Kami mengimbau agar kita sama-sama meyakinkan untuk tetap saling menjaga bangsa ini agar pandemi tidak berkelanjutan, untuk itu perlu kedisiplinan bersama,” tambahnya.  

Dia mengaku perlunya komitmen dari semua unsur terutama para pelaku usaha pariwisata serta diawasi pemerintah daerah dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini sangat diharapkan untuk menahan laju penyebaran COVID-19

“Pengendalian terhadap kesehatan dan pertumbuhan ekonomi sebagaimana dalam hal pembukaan usaha harus seimbang seperti halnya berkendara. Kapan harus injak gas dan kapan harus injak rem,” ujarnya. 

Fadjar mengatakan, dalam implementasi pelaksanaan penerapan protokol kesehatan dan penggunaan QR Code PeduliLindungi, perlu dilakukan kontrol dan pengawasan untuk mengukur komitmen dari para pelaku usaha dalam pelaksanaannya. 

“Jika tidak komitmen salah satu konsekuensi terburuknya ialah akan ditutup kembali kegiatan usaha yang saat ini sudah mulai berjalan,” pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD