AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Jokowi Minta Pertamina dan PLN Siapkan Transisi Energi Menuju Ekonomi Hijau

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Minggu, 21 November 2021 07:47 WIB
Transisi energi menuju energi hijau merupakan keharusan
Jokowi Minta Pertamina dan PLN Siapkan Transisi Energi Menuju Ekonomi Hijau (FOTO:MNC Media)
Jokowi Minta Pertamina dan PLN Siapkan Transisi Energi Menuju Ekonomi Hijau (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Presiden Jokowi meminta Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera menyiapkan perencanaan transisi energi dari energi fosil menjadi energi hijau. 

Transisi energi menuju energi hijau merupakan keharusan. Oleh karena itu, Presiden meminta untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk memperkuat fondasi menuju transisi energi. 

"Transisi energi ini memang tidak bisa ditunda-tunda. Oleh sebab itu, perencanaannya, grand design-nya, itu harus mulai disiapkan. Tahun depan kita akan apa, 5 tahun yang akan datang akan apa, 10 tahun yang akan datang akan setop misalnya. Sudah harus konkrit, jelas dan detail. Bukan hanya makronya," ujarnya dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/11/2021). 

Jokowi menuturkan, suplai energi di Indonesia terbesar saat ini masih dari batu bara sebesar 67%, bahan bakar atau fuel 15%, dan gas 8%. Menurut dia, arah penggunaan energi fosil ke depan pada suatu titik akan disetop. Kondisi ini akan berdampak pada kinerja PLN dan Pertamina. 

"PLN penggunaan batu bara masih sangat besar sekali. Pertamina juga bisnisnya minyak dan gas, yang mau tidak mau itu juga akan terkena imbasnya kalau ke depan mengarah semuanya ke mobil listrik," tuturnya. 

Dia meminta PLN dan Pertamina berpacu mendapatkan teknologi yang bisa mendukung transisi energi secepat mungkin. "Tugas saudara-saudara untuk mencari teknologi yang paling murah, yang mana ini adalah kerja cepat-cepatan. Siapa yang bisa mengambil peran secepatnya itu yang akan mendapatkan keuntungan," ungkapnya. 

Presiden juga memandang apabila Indonesia dapat mengalihkan energi tersebut, maka akan berdampak pada keuntungan neraca pembayaran yang dapat memengaruhi mata uang (currency) Indonesia. 

"Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN oversupply. Artinya, suplai dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina menjadi turun," tandasnya. 

(SANDY) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD