AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Jokowi Senang Setoran Pajak dan PNBP Naik, Tapi Nafas Tertahan Dengar Omicron

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Jum'at, 03 Desember 2021 20:18 WIB
Presiden Jokowi mengapresiasi meningkatnya penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun mengkhawatirkan merebaknya Omicron.
Jokowi Senang Setoran Pajak dan PNBP Naik, Tapi Nafas Tertahan Dengar Omicron (FOTO: MNC Media)
Jokowi Senang Setoran Pajak dan PNBP Naik, Tapi Nafas Tertahan Dengar Omicron (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi meningkatnya penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun nafas Jokowi tertahan ketika mengetahui covid varian Omicron menyebar.

“Penerimaan pajak tumbuh 15,3 persen. Sangat bagus sekali. Padahal tahun lalu kita terkontraksi minus 18,8 persen. Dari minus 18,8, sekarang tumbuh 15,3 persen. Ini patut kita syukuri,” katanya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Tahun 2021, Jumat (3/12/2021).

Sementara itu Jokowi menyebut PNBP sudah masuk mencapai 107 persen. Dimana hal ini sudah melebihi yang ditargetkan.

“PNBP  juga tumbuh 25,2 persen tahun 2021. Tahun lalu minus 16 persen,” tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku senang melihat angka-angka capaian tersebut. Namun begitu dia mengaku harus menahan nafas saat muncul varian covid yakni varian omicron.

“Ini angka-angkanya baik, baik, baik. Sudah kita sudah senang banget melihat angka-angka seperti ini. Tapi begitu mendengar omicron ya menahan nafas sedikit,” ungkapnya.

Namun dia mengatakan adanya varian baru tersebut tidak perlu direspon dengan kekhawatiran yang berlebihan.

“Meskipun sekali lagi tidak perlu khawatir yg amat sangat. Karena ini akan mempengaruhi kalau bapak ibu dan saudara-saudara kekhawatirannya amat sangat,” tutup Jokowi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD