AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Jokowi: Terlalu Lama di Zona Nyaman, ASN Jadi Kurang Produktif

ECONOMICS
Raka Dwi Novianto
Jum'at, 28 Januari 2022 16:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) keluar dari zona nyamannya dan menjadi ASN yang modern dan profesional.
Jokowi: Terlalu Lama di Zona Nyaman, ASN Jadi Kurang Produktif (FOTO: MNC Media)
Jokowi: Terlalu Lama di Zona Nyaman, ASN Jadi Kurang Produktif (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) keluar dari zona nyamannya dan menjadi ASN yang modern dan profesional.

"Karena sudah sangat lama ASN berada pada zona nyaman, terbelenggu oleh warisan budaya birokrasi feodal sehingga menjadikan ASN kurang produktif.  Budaya ini harus berubah total. ASN Indonesia harus keluar dari zona nyaman menjadi modern dan profesional," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Munas ke 9 Korps pegawai republik Indonesia (Korpri) secara daring, Jumat (28/1/2022).

Jokowi pun meminta kepada Korpri untuk mampu mengajak dan mendorong para ASN untuk memiliki orientasi yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. 

"Harus memiliki jiwa melayani masyarakat, bukan justru minta dilayani oleh masyarakat. Hal ini terlihat klise, tapi sangat penting dan mendasar," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, saat ini Korpri berhadapan dengan perubahan dunia yang sangat cepat. Teknologi yang menimbulkan distrubsi dan juga ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi. 

"Masyarakat membutuhkan program yang inovatif, solusi yang kreatif, cepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan yang ada," tutup Jokowi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD