AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24040.38
-0.73%
-177.65
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Jokowi Tinjau Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15 Triliun

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Rabu, 15 September 2021 10:07 WIB
Presiden Jokowi meninjau proses groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang Provinsi Jabar.
Jokowi Tinjau Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15 Triliun(Dok.MNC Media)
Jokowi Tinjau Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15 Triliun(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proses groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang Provinsi Jawa Barat (15/9). Pada kesempatan itu Jokowi didampingi Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

“Dan dengan mengucap bismillahirohmanirohim hari ini groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik PT. HKML Battery Indonesia, saya nyatakan dimulai,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Jokowi menyebut bahwa pabrik baterai kendaraan listrik ini tidak hanya pertama di Indonesia tapi juga di Asia Tenggara. Nilai investasinya pun mencapai USD 1,1 miliar (Rp15,675 triliun dengan kurs Rp14.250 per USD).  

“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi USD 1,1 miliar,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri. Menurutnya era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir.

“Dan kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi, masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,”pungkasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD