AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Jokowi Tinjau Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15 Triliun

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Rabu, 15 September 2021 10:07 WIB
Presiden Jokowi meninjau proses groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang Provinsi Jabar.
Jokowi Tinjau Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15 Triliun(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proses groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang Provinsi Jawa Barat (15/9). Pada kesempatan itu Jokowi didampingi Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

“Dan dengan mengucap bismillahirohmanirohim hari ini groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik PT. HKML Battery Indonesia, saya nyatakan dimulai,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Jokowi menyebut bahwa pabrik baterai kendaraan listrik ini tidak hanya pertama di Indonesia tapi juga di Asia Tenggara. Nilai investasinya pun mencapai USD 1,1 miliar (Rp15,675 triliun dengan kurs Rp14.250 per USD).  

“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi USD 1,1 miliar,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri. Menurutnya era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir.

“Dan kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi, masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,”pungkasnya. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD