Di sisi lain, laporan tersebut menunjukkan kontras dengan sejumlah negara maju seperti Italia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga Belanda yang justru paling terdampak oleh gejolak energi.
Tingginya ketergantungan pada impor minyak dan gas menjadi faktor utama kerentanan mereka, terlebih dengan ketidakpastian jalur distribusi energi global seperti di Selat Hormuz. Temuan ini menegaskan pentingnya diversifikasi energi sebagai strategi utama menghadapi tekanan global.
Selain Indonesia, negara-negara seperti India, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina juga mendapatkan keuntungan serupa dari struktur energi domestik mereka.
Beberapa negara lain mengandalkan sumber energi berbeda untuk meningkatkan ketahanan, seperti penggunaan energi nuklir di Prancis, Swedia, Swiss, dan Republik Ceko.
Sementara itu, negara dengan bauran energi terbarukan yang tinggi seperti Brasil, Austria, dan Portugal juga menunjukkan tingkat perlindungan yang baik.