AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Jual Masakan Lewat Online, Pemilik Warteg: Omzetnya Tiga Kali Lipat

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 11 Agustus 2021 17:39 WIB
Sejak PPKM, warteg ini tidak melayani konsumen yang makan ditempat. Namun tetap melayani pelanggan yang memesan lewat aplikasi digital.
Omzet warteg melalui penjualan online lebih banyak tiga kali lipat dibandingkan konvensional. (Foto: MNC Media)
Omzet warteg melalui penjualan online lebih banyak tiga kali lipat dibandingkan konvensional. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pembatasan mobilitas ditengah pandemi Covid 19 membuat pergeseran gaya hidup masyarakat. Jika sebelumnya menggunakan konvensional, maka saat ini lebih banyak yang menggunakan digital.

Seperti apa yang diterapkan pada rumah makan warteg Galieh yang berada di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sejak pemberlakuan pembatasan masyarakat warteg ini tidak melayani konsumen yang makan ditempat. Namun tetap melayani pelanggan yang memesan lewat aplikasi digital.

Guna mengurangi kontak fisik, warteg galieh juga mengadakan sistem pembayaran digital, yang mana konsumen cukup scan QR Code untuk melakukan pembayaran.

Arianto (55), pemeilik warung makan Galieh, menjelaskan alasannya pengembangan bisnisnya dilakukan secara online dikarenakan pembatasan mobilitas masyarakat.

"Karena orang-orang sudah jarang keluar, sudah ada pembatasan makan diwarung, sudah ada pembatasan waktu 20 menit juga," Ujarnya kepada MNC Portal pada, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya dijalur offline, saat pandemi Covid 19,  usahanya tidak berkembang, bahkan mengalami kemunduran dengan menurunnya omset harian.

"Sebelum ada Corona itu pendapatan sih lumayan, nah semenjak ada PPKM itu kita omset anjlok total, hampir 70 persen," Lanjutnya.

Melalui pemasaran secara online, Arianto menyebut telah memasarkan memlalui aplikasi grab, gojek, shopefood, Traveloka eat, dan kulina. 

"Kita aktif di online, karena kedepan kita pengembangannya memang disitu, target kita memang mengembangkan secara online, karena di offline kita sudah kalah," Sambungnya

Dengan memasrkan dagangannya melaluu online, Arianto merasakan perbandingan yang cukup signifikan dibanding dengan penjualannya secara offline di masa pembatasan masyarakat.

"Dengan online ini Alhamdulillah, ada perkembangannya untuk menopang yang offlinenya, jadi ada pemasukan dari online, sangat membantu lah, Kalau bisa dibandingkan sih sekarang bisa dibilang 1:3, omset lebih banyak di online" tuturnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD