Selain menyiapkan DASI, kata Makmun, Kementan juga mendorong peternak sapi perah di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produksi susu. Pemerintah bahkan menjamin hasil produksi peternak akan terserap melalui skema pengadaan yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dia mengatakan, selama ini salah satu hambatan pengembangan industri susu nasional adalah ketidakpastian pasar. Di satu sisi industri mengeluhkan minimnya pasokan susu segar dari peternak, namun di sisi lain peternak khawatir hasil produksinya tidak terserap apabila produksi ditingkatkan.
"Kita berharap semua para peternak ini berlomba nih untuk beternak sapi perah. Apa jaminannya? Jaminannya di-offtake oleh BGN," ungkapnya.
Menurut Makmun, kehadiran program MBG menjadi solusi atas persoalan tersebut. Program yang menjangkau jutaan penerima manfaat itu membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi pasar yang menjanjikan bagi peternak sapi perah.
"Karena kan menjadi menu yang wajib ya, kalau kami lihat di pedoman itu minimal dua kali dalam sepekan itu meminum susu. Nah, susu apa yang diakomodasi? Itu kan tidak hanya UHT, artinya kan bisa pasteurisasi, bisa susu sterilisasi. Kalau pasteurisasi dan sterilisasi, saya kira dengan modalnya koperasi, ini bisa dibuat," lanjutnya.